Bawaslu Humbahas Siapkan Program Edukasi Pemilu untuk Pemilih Pemula melalui Bawaslu Goes to School
|
Doloksanggul, 29 September 2025 – Bawaslu Kabupaten Humbang Hasundutan berkomitmen memperluas peran edukasi kepemiluan dengan melaksanakan program Bawaslu Goes to School. Program ini dibahas dalam rapat internal yang dipimpin Ketua Bawaslu, Henri W. Pasaribu, bersama Anggota, Efrida Purba dan Eduard B. Sianturi, Senin (29/09/2025).
Program ini menyasar siswa SMA/SMK dan MAN dengan target 29 sekolah hingga akhir tahun 2025. Kegiatan akan berlangsung selama 1,5 jam, terdiri dari 30 menit materi pengenalan kelembagaan Bawaslu, dan 60 menit sesi interaktif berupa kuis dan permainan edukatif.
Ketua Bawaslu Humbahas, Henri W. Pasaribu, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran pengawasan sejak dini. “Pemilih pemula perlu memahami peran penting pengawasan pemilu. Dengan cara yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan, kita harapkan mereka lebih peduli terhadap proses demokrasi,” ungkapnya.
Henri menegaskan bahwa program ini akan berkelanjutan. “Target kita setiap bulan mengunjungi 3–4 sekolah. Ini bukan kegiatan seremonial, tetapi langkah strategis membangun kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda,” katanya.
Anggota Bawaslu, Efrida Purba, menambahkan bahwa materi yang akan disampaikan dibuat singkat, padat, dan menarik. “Materi maksimal sepuluh slide, berisi struktur kelembagaan, tugas, kewenangan, dan kewajiban Bawaslu. Kita juga akan memanfaatkan sarana sederhana seperti plano, sticky notes, dan spidol agar kegiatan lebih interaktif,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemilih pemula harus diberi pengalaman belajar yang positif. “Jangan sampai mereka menganggap pemilu hanya sebatas coblosan. Mereka harus memahami makna partisipasi aktif dan pentingnya pengawasan untuk menjamin pemilu yang jujur dan adil,” tambah Efrida.
Sementara itu, Anggota Bawaslu, Eduard B. Sianturi, menyoroti pentingnya koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan. “MoU yang kita tandatangani akan menjadi dasar hukum pelaksanaan program ini. Kami ingin memastikan semua sekolah dapat memfasilitasi kegiatan dengan baik,” ujarnya.
Eduard juga menekankan agar kegiatan ini tidak berhenti hanya pada sosialisasi. “Ke depan, kita berharap siswa yang sudah dibekali bisa menjadi penggerak pengawasan partisipatif di lingkungannya masing-masing. Dengan begitu, efeknya akan lebih luas,” pungkasnya.