Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Humbahas Koordinasi dengan Paroki St. Fidelis Doloksanggul, Jajaki Kemitraan Pengawasan Partisipatif

Foto Bersama

 

Humbang Hasundutan, 19 Oktober 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Humbang Hasundutan melakukan koordinasi dengan Paroki St. Fidelis Doloksanggul pada Senin (19/10/2026). Kegiatan ini bertujuan membangun kemitraan dalam pengawasan partisipatif serta menjajaki kerja sama antara kedua lembaga dalam menyosialisasikan kepemiluan kepada masyarakat.

Ketua Bawaslu Kabupaten Humbang Hasundutan, Henri W. Pasaribu, menyampaikan bahwa koordinasi tersebut merupakan langkah untuk memperkuat kemitraan dengan lembaga keagamaan, khususnya gereja, dalam mendukung pengawasan partisipatif pada pelaksanaan Pemilu mendatang.

“Tujuan kedatangan kami adalah membangun kemitraan dalam pengawasan partisipatif. Kemitraan ini diharapkan dapat menjadi jembatan sosialisasi kepada jemaat dalam pelaksanaan Pemilu ke depan,” ujar Henri.

Anggota Bawaslu Kabupaten Humbang Hasundutan, Eduard B. Sianturi, menegaskan bahwa gereja merupakan salah satu mitra strategis Bawaslu karena memiliki kedekatan dengan masyarakat dan menjadi ruang penyebaran informasi yang efektif.

Menurut Eduard, keterlibatan gereja dapat mendukung penyampaian informasi kepemiluan sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya Pemilu. Ia juga menyampaikan bahwa koordinasi tersebut menjadi kesempatan untuk menjajaki nota kesepahaman antara kedua lembaga serta membangun kerja sama dalam berbagai kegiatan masing-masing.

“Gereja merupakan salah satu mitra paling strategis Bawaslu karena informasi dapat tersebar dengan cepat melalui lingkungan gereja. Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi langkah awal dalam menjajaki nota kesepahaman serta mendukung kegiatan kedua lembaga,” ungkap Eduard.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Humbang Hasundutan, Efrida Purba, menyampaikan bahwa Bawaslu tidak dapat menjalankan pengawasan secara optimal tanpa dukungan dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Oleh karena itu, kemitraan dengan lembaga keagamaan, khususnya Paroki St. Fidelis Doloksanggul, menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan partisipatif.

Efrida berharap gereja dapat berperan sebagai mitra dalam menyampaikan edukasi kepemiluan kepada jemaat serta membantu meminimalkan potensi pelanggaran dalam penyelenggaraan Pemilu mendatang.

Menanggapi hal tersebut, RP. Mansuetus Dominikus Demon, SVD, menyampaikan bahwa gereja senantiasa hadir di tengah kehidupan masyarakat dan terbuka untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kenegaraan, termasuk kegiatan kepemiluan.

“Karena gereja selalu ada di tengah kehidupan masyarakat, maka apa pun kegiatan dalam kenegaraan diharapkan hadir di sana. Gereja akan selalu hadir dan terbuka. Apa pun kegiatan kenegaraan harus hadir dan ikut berpartisipasi,” ungkap RP. Mansuetus Dominikus Demon, SVD.

Koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara Bawaslu Kabupaten Humbang Hasundutan dan Paroki St. Fidelis Doloksanggul. Melalui kemitraan tersebut, kedua lembaga diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran kepemiluan, mendorong partisipasi masyarakat, serta mewujudkan pengawasan Pemilu yang lebih inklusif dan berintegritas.